|
Statistics
Content View Hits : 134043
Who's Online
We have 4 guests online
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Tuesday, 10 August 2010 19:03 |
Yogyakarta. Hilal merupakan awal masuknya bulan baru pada kalender qomariyah (bulan), termasuk kalender Hijriah. Banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal.
Untuk memberikan informasi hilal astronomi secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Kementerian Kominfo bekejasama dengan PT Telkom dan Observatorium Bosscha – FMIPA, ITB menyediakan layanan tayangan langsung pengamatan hilal astronomi melalui halaman web ini. Pelaksanaan pengamatan hilal tahun ini didukung juga oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim, Rukyatul Hilal Indonesia , Planetarium Jagad Raya Tenggarong –Kalimantan Timur, Universitas Pendidikan Indonesia dan LAPAN . Melalui tayangan langsung ini diharapkan agar masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal dan memahami fenomena alam yang terkait.
Tahun ini pengamatan hilal dilakukan di 12 titik pengamatan yang akan ditayangkan langsung melalui situs web http://hilal.depkominfo.go.id dan situs web http://bosscha.itb.ac.id/hilal , berupa Video Streaming Hilal Ramadhan. Adapun titik titik pengamatan dilakukan adalah:
1. Biak Papua. 2. Pantai Barat Kupang, Nusa Tenggara Timur. 3. Mataram Nusa Tenggara Barat. 4. Condrodipo Gresik, Jawa Timur. 5. Lantai atas MTB Makasar. 6. Tenggarong Kalimantn Timur. 7. Bukit Belabelu Yogyakarta. 8. Bosscha Bandung. 9. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 10. Anyer, Banten. 11. Pekanbaru, Riau 12. Lok Ngah, Aceh—————
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto; HP: 0811898504; Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
; Tel/Fax: 021.3504024).
|
|
Published by Budi
|
|
Tuesday, 15 June 2010 08:13 |
Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tafakkuruu fii khalqiLlahi wa laa tafakkaruu fiiLlahi, berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah.” Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas ini menurut Syaikh Nashiruddin Al-Bani dalam kitab Shahihul Jami’ish Shaghir dan Silsilahtu Ahadits Ash-Shahihah berderajat hasan.
Hadits itu berbicara tentang salah satu ciri khas manusia yang membedakanya dari makhluk yang lain, bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir. Dengan kemampuan itulah manusia bisa meraih berbagai kemajuan, kemanfaatan, dan kebaikan. Namun, sejarah juga mencatat bahwa tidak sedikit manusia mengalami kesesatan dan kebinasaan akibat berpikir.
Karena itu, Rasulullah saw. menghendaki kita, kaum muslimin, untuk punya budaya tafakur yang akan bisa mengantarkan kita kepada kemajuan, kemanfaatan, kebaikan, ketaatan, keimanan, dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Agar tujuan itu tercapai, Rasulullah saw. memberi rambu-rambu agar kita tidak salah dalam bertafakur. Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk bertafakur mengenai makhluk ciptaan Allah swt. Beliau melarang kita berpikir tentang Dzat Allah karena kita tidak akan mampu menjangkaunya, dan berpikir tentang Dzat Alllah bisa mengantarkan kita kepada kesesatan dan kebinasaan.
FADHAAILUT TAFAKKURI (KEUTAMAAN TAFAKUR)
Setidaknya ada empat keutamaan tafakur, yaitu:
1. Allah memuji orang-orang yang senantiasa bertafakur dan berdzikir dalam setiap situasi dan kondisi dengan menceritakannya secara khusus dalam Al-Qur’an di surat Ali Imran ayat 190-191. Sa’id Hawa dalam Al-Mustakhlash Fi Tazkiyatil Anfus halaman 93 berkata, “Dari ayat ini kita memahami bahwa kemampuan akal tidak akan terwujud kecuali dengan perpaduan antara dzikir dan pikir pada diri manusia. Apabila kita mengetahui bahwa kesempurnaan akal berarti kesempurnaan seorang manusia, maka kita bisa memahami peran penting dzikir dan pikir dalam menyucikan jiwa manusia. Oleh karena itu, para ahli suluk yang berupaya mendekatkan diri kepada Allah senantiasa memadukan antara dzikir dan pikir di awal perjalanannya menuju Allah. Sebagai contoh, di saat bertafakur tentang berbagai hal, mereka mengiringinya dengan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.”
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Thursday, 03 June 2010 07:16 |
|
Tulisan ini dari mbak Santi Soekanto, wartawati senior, istri mas Dzikrullah. Wisnu Ramudya (wartawan juga) yang keduanya ikut dalam rombongan kapal Mavi Marvara. Tulisan ini dibuat hari Sabtu, 29 Mei 2010. Isinya sangat menggugah. Semoga bermanfaat!
GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU !
Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza. Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Tuesday, 01 June 2010 17:25 |
Korban tewas akibat serangan Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara terus bertambah. IHH (Insani Yardim Fakvi), lembaga kemanusiaan Turki yang menjadi koordinator kapal bantuan, melaporkan sudah 16 korban yang syahid.
“Menurut IHH, 16 orang dilaporkan telah terbunuh,” demikian kata Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, Senin (31/5/2010). Data yang sama juga dipublikasikan Al Jazeera.
Menurut Amirul, sementara jumlah korban luka juga masih menunggu data terbaru. Data terakhir 50 orang luka-luka akibat serbuan Israel terhadap rombongan Armada Kebebasan (Freedom Flotilla).
“Dan sampai sekarang kami masih belum bisa menelepon satu pun dari 12 WNI yang ikut dalam rombongan,” jelasnya.
12 WNI yang berada di kapal Mavi Marmara terdiri dari wakil tiga lembaga swadaya masyarakat KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat Al-Aqsa. Dari 12 orang itu, juga ada lima wartawan, yaitu Aljazeera Indonesia, TV One, Hidayatullah.com, Majalah Alia, dan Sahabat Al Aqsha.
|
|
Read more...
|
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Wednesday, 31 December 2008 10:23 |
|
“Barangsiapa memberi perlengkapan bagi seorang yang berjihad di jalan Allah maka dia terhitung ikut berjihad di jalan Allah dan barangsiapa ikut memenuhi kebutuhan keluarga (menyantuni) orang yang berjihad maka dia terhitung ikut berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Salurkan donasi anda untuk solidaritas Palestina melalui rekening :
KNRP (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina) http://www.knrp.or.id/ BSM cab Kelapa Gading No. Rek 1800022210 BCA cab Jatinegara Barat No. Rek 7600325099 a.n. Komnas Untuk Rakyat Palestina |
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Tuesday, 11 May 2010 13:14 |
Jakarta. Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Penghafal Al Quran se-Asia Pasifik di Masjid Istiqlal Jakarta, 7-10 Mei 2010. Ketua Panitia Pengarah Konferensi, KH Abdul Hasib, di Jakarta, Kamis (6/5) mengatakan, Konferensi itu akan diikuti oleh 9 negara di kawasan Asia Pasifik yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Australia, China dan tuan rumah Indonesia.
Sedangkan dua negara lainya di luar kawasan yang akan berpartisipasi dalam Konferensi itu adalah Maroko dan Arab Saudi. Selain itu, Konferensi yang mengambil tema “Peran Huffaz Al Quran di Masyarakat” akan dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menkominfo Tifatul Sembiring tersebut juga akan diikuti oleh sekitar 100 pendiri dan pengelola lembaga tahfiz Al Quran se-Indonesia.
Menurut tema besar peran huffaz Al Quran di masyarakat itu, sengaja diangkat untuk memetakan sekaligus mempertegas posisi para ulama penghafal Al Quran ditengah-tengah masyarakat muslim. “Mereka para penghafal Al Quran yang umumnya adalah para ulama, kiai dan ustadz itu memiliki peran dan kontribusi yang signifikan bagi umat Islam di negara ini,” ujar KH Abdul Hasib, yang juga Ketua Rabithah Ma`ahid Al Quran Indonesia itu.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Saturday, 17 April 2010 10:47 |
|
Tabligh Akbar dan Konser Nasyid untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina. Dilatar belakangi rasa solidaritas tinggi kepada Rakyat Palestina yang kondisinya semakin hari semakin terpuruk dan memprihatinkan akibat blokada Zionis Israel dan embargo Amerika Serikat (AS).
Adanya tekanan barat terhadap pemerintah Palestina yang dipilih secara demokrasi membuat kehidupan bangsa Palestina sangat menderita. Rakyat mengalami kekurangan bahan makanan maupun obat-obatan. Bahkan, usaha-usaha bantuan kemanusiaan kepada mereka juga menghadapi hambatan-hambatan yang serius. Untuk itulah KNRP bekerjasama dengan DPD PKS Kota Bekasi dan Radio Dakta ingin melakukan kegiatan konser kemanusiaan untuk Rakyat Palestina.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Tuesday, 23 March 2010 06:28 |
Orasi demi orasi disampaikan dari panggung utama aksi solidaritas Selamatkan Al Aqsha yang digelar lintas ormas di Jakarta. Salah satunya, disampaikan oleh DR. Ahzami Samiun Jazuli, tokoh ulama yang tinggal di Bekasi, yang meraih gelar Doktor di salah sebuah universitas di Arab Saudi.
Dalam orasinya, ia menyampaikan ada tiga motifasi dasar yang mendorong para peserta aksi hadir di tempat ini. Yang pertama dan paling mendasar adalah karena kedudukan Masjid Al Aqsha sama dengan Masjidil haram dan Masjid Nabawi. "Maka, ketika seorang muslim membela mati-matian masjidil haram dan nabawi, sudah seharusnya juga demikian mereka membela dan menyelamatkan Al Aqsha," ujarnya.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 16 |
|
Sabt, 25 Ramadhan 1431 Sabtu, 04 09 2010
|