|
Statistics
Content View Hits : 100028
Who's Online
We have 13 guests online
|
News
|
Published by Budi
|
|
Wednesday, 10 March 2010 09:55 |
|
Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa baru mengenai hukum merokok. PP Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah berkesimpulan bahwa aktivitas merokok hukumnya adalah haram.
“Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan amar putusan bahwa merokok haram hukumnya, ” ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Dr Yunahar Ilyas saat dihubungi wartawan, Selasa (9/3/2010). Sebelumnya PP Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa mubah bagi perokok. Namun setelah ditelaah dan dikaji lebih lanjut, ternyata mudharatnya lebih banyak dibandingkan manfaatnya maka dikeluarkanlah fatwa haram merokok. “Muhammadiyah pernah mengeluarkan fatwa mubah, setelah kita pelajari lagi dengan narasumber dari pihak kesehatan dan ekonomi, kita bahas kembali dan kita simpulkan merokok itu haram,” imbuhnya.
|
|
Read more...
|
|
|
Published by Budi
|
|
Wednesday, 10 March 2010 09:42 |
|
Garut Kalangan ulama di kabupaten Garut, Jawa Barat, termasuk KH Nurdin dari Pondok Pesantren (Ponpes) Kaum Sindanggalih Kecamatan Karang Tengah, Selasa, mengusulkan penerapan syariat Islam untuk memberantas korupsi. Menurut para ulama Garut, penerapan syariat Islam dimaksudkan agar pelaku korupsi bisa mendapatkan sanksi hukuman yang membuahkan ‘efek jera’. Karena selama ini, terutama para pelaku koruptor kelas kakap meski dihukum kurungan penjara namun mereka bisa hidup nyaman dan tidak berefek jera kepada para calon koruptor lainnya. Terbukti, korupsi terus-menerus merajalela. Hal itu diungkapkan KH Nurdin pada deklarasi dan diskusi gerakan budaya bersih KKN di gedung Wanita Garut. Para ulama lainnya yang ikut serta dalam deklarasi serta diskusi itu, juga mengemukakan dipastikan jika terdapat koruptor kelas kakap dipotong pergelangan tangannya, bisa menjadikan jera bagi calon pelaku korupsi lainnya. Karena jika hanya mendapat hukuman kurungan penjara, mereka bisa hidup nyaman seperti yang pernah terjadi selama ini. Karena itu para ulama setempat, menghendaki adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang penerapan syariat Islam di daerahya. Dengan begitu, dia berharap, penanganan kasus-kasus korupsi di wilayahnya bisa teratasi. (ant/Rol) oleh Tim dakwatuna.com
|
|
Published by Budi
|
|
Friday, 05 March 2010 09:34 |
|
Jabalia, Gerakan Perlawanan Islam Hamas di utara Jalur Gaza, menyatakan bahwa hari Jum’at ini ( (5/3) adalah “hari kemarahan populer” untuk membela tempat-tempat suci Islam, yang dinodai oleh penjajah Zionis. Aksi ini dilakukan atas seruan yang disampaikan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah.
Hamas menyerukan kepada semua rakyat Palestina untuk keluar menunjukkan kemarahan mereka dari seluruh wilayah Utara dan masjid-masjidnya. Hamas juga sudah melakukan persiapan yang substansial bagi aksi demo ini. Aksi ini akan dimulai tepat setelah shalat Jumat. Sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan penjajah Israel yang mencaplok Masjid Al-Ibrahimi dan Masjid Bilal bin Rabah ke daftar apa yang disebut daftar “warisan Yahudi”. Perdana Menteri Ismail Haniyah telah menyerukan hal tersebut dalam sambutannya dalam pertemuan Dewan Legislatif Palestina hari Rabu, yang diadakan secara khusus untuk membahas berlanjutnya yahudisasi yang dilakukan penjajah Zionis Israel terhadap tempat-tempat suci Islam dan Arab. Dia menyerukan agar hari Jum’at ini di jadikan sebagai hari kemarahan dan gerakan massa di seluruh Tepi Barat dan Gaza serta di luar negeri, untuk membela situs-situs suci Islam, yang dari hari ke hari terus mengalami yahudisasi oleh Zionis Israel. (asw/ip) oleh Tim dakwatuna.com
|
|
Published by Budi
|
|
Monday, 22 February 2010 15:39 |
|
Al-Quds, Lembaga HAM Baeitsalem di wilayah Entitas Zionis, dalam laporanya, Sabtu (20/2) menyebutkan, militer Zionis terungkap telah menangkap seorang bocah Palestina dari Silwan, wilayah Al-Quds terjajah.
Mereka menangkapi para remaja Palestina yang berumur antara 12 hingga 15 tahun. Pemeriksaan dilakukan dengan sangat berat. Seperti menutup mata mereka dalam waktu yang lama disamping dengan ancaman dan intimidasi. Seorang bocah Palestina bernama, Ahmad Shiyam (12 tahun) dalam pemeriksaan terhadapnya disuruh untuk bersujud. Namun anak ini menolak dan mengatakan, “Saya tidak akan bersujud kecuali pada Allah”. Walau ia dipukul di tengkuknya beberapa kali, ia tetap dalam pendirianya. Sejumlah anak yang lain mengatakan, pukulan tersebut mengakibatkan mereka merasakana sakit di tangan, kaki dan setiap persendian badanya dan akibat terlalu diikat, ungkapnya. (asy/ip/ut) oleh Tim dakwatuna.com .
|
|
Published by Budi
|
|
Tuesday, 16 February 2010 09:33 |
|
Gaza, Ketua Komite Rakyat Anti Blokade, Jamal al Khudri, mengapresiasi pernyataan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan yang menegaskan bahwa negaranya akan senantiasa mempertahankan sikapnya atas pelanggaran terhadap hak-hak Palestina oleh penjajah Zionis Israel dan blokade Jalur Gaza. Khudri menyatakan, “Mempertahankan sikap yang berani ini menunjukkan dukungan tak terbatas negara Turki kepada rakyat dan masalah Palestina.” Dia menambahkan bahwa apa yang diberikan Turki di level pemerintah, pejabat dan rakyat kepada rakyat Palestina, menambah keteguhan dan kesabaran mereka, serta memperkuat perasaan solidaritas internasional kepada Jalur Gaza yang diblokade. Anggota dewan legislatif Palestina ini menyerukan Erdogan agar membuka masalah rekonstruksi Gaza dan penderitaan ribuan keluarga yang tinggal di tenda-tenda dan menunggu pelaksanaan keputusan dari puluhan konferensi dan pernyataan yang menyerukan rekonstruksi Jalur Gaza yang dilanda bencana.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 36 |
|
Iklan Baris
Buku Sekolah Gratis
Buku Sekolah Elektronik. Download Gratis, Departemen Pendidikan Nasional.
Latest Comments
|