|
Statistics
Content View Hits : 343957
Who's Online
We have 3 guests online
|
Umum
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Wednesday, 11 January 2012 09:33 |
 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, mengecam keras pencabutan sembilan peraturan daerah (Perda) minuman keras (miras) yang dilakukan Menteri Dalam Negeri.
Ia menilai, Perda miras telah membawa banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Terbukti mampu mengurangi peredaran miras yang brdampak pada penurunan angka kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya secara signifikan.
Menurut Indra, Perda itu lahir atas aspirasi masyarakat yang tidak ingin miras djual secara bebas. Proses pembentukannya telah menempuh proses panjang dengan melibatkan banyak pihak.
Ia juga menilai langkah Mendagri yang mencabut Perda miras itu ironi dan aneh. "Tiba-tiba dengan dasar dan alasan yang sangat lemah Mendagri mencabut Perda-Perda tersebut," katanya, Selasa (10/1).
Menurutnya, hal ini janggal karena melihat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009, tidak ada landasan hukum apa pun bagi Mendagri untuk mencabut Perda tersebut. Mengingat Perda tersebut sebelumnya sudah dikaji dan disetujui oleh Kemendagri sendiri. Serta sudah lebih dari 60 hari.
Indra menilai alasan Perda miras bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2007 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 tahun 1997 sebagai alasan mengada-ada.
Pasalnya, apabila dilihat secara seksama, Perda miras tidak sama sekali bertentangan dengan peraturan-peraturan tersebut. "Perda miras di Indramayu sudah pernah digugat ke MA oleh pengusaha miras, namun gugatan tersebut dtolak oleh MA," kata dia.
Dengan pertimbangan itu, lanjut Indra, patut diduga kalau Mendagri telah menyalahgunakan kewenangannya. Selain itu, juga ada indikasi Mendagri membawa kepentingan pengusaha miras.
|
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Saturday, 23 April 2011 21:59 |
 Rasanya sudah tidak asing kita dengar, bila ditanya: siapakah menteri berkinerja paling buruk periode saat ini yang memiliki ranking pertama untuk diganti..? Kita dengar dan baca dimana-mana tentu jawabannya TIFATUL SEMBIRING dari PKS. Rasanya kita pun membenarkan informasi ini. Bila ditanya : adakah daftar data prestasi buruk Tifatul Sembiring ; seolah cukup dengan ucapan : “waaah informasi itu ada dimana-mana”.. seolah ucapan ini sudah cukup sebagai bukti!. Karena yang berbicara seperti itu ada dimana-mana, bahkan yang terakhir PROFESOR Jipta Lesmana di televisi TVOne.
Tapi bila Anda yang ditanya, apakah Anda memiliki daftar prestasi buruk Tifatul Sembiring dengan Parameter yang jelas?.. Sungguh Saya mengharapkan bantuan Anda untuk menunjukkan fakta & data itu dengan Parameter yang jelas.
|
|
Read more...
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Saturday, 25 December 2010 14:08 |
 Hujan lebat mengguyur kawasan Jakarta, khususnya Menteng, Jumat (12/11) siang. Hujan yang turun saat shalat Jumat baru saja usai ditunaikan itu membuat ribuan jamaah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, lebih memilih untuk bertahan sembari menunggu hujan reda.
Apalagi pada saat bersamaan, di masjid tersebut ada prosesi pengislaman tiga mualaf. Mereka adalah Juan Alvarez Vita ( Duta Besar Peru untuk Indonesia), Julien Meltzer (seorang musisi asal Prancis), dan Peter John Cass (seorang pensiunan asal Kanada). Upacara pengucapan syahadat tersebut dipimpin Ustaz Dr H Abdurrahim Yapono MA dan disiarkan langsung melalui CCTV sehingga bisa disaksikan dengan jelas oleh para jamaah, baik yang berada di lantai satu maupun lantai dasar.
Setiap kali salah seorang dari mereka mengucapkan syahadat, jamaah berseru, “Allahu Akbar”. Setelah itu, Ustaz Abdurrahim bertanya dalam bahasa Inggris, “Sekarang, apa agama Anda?” Mereka menjawab, “Islam.” Abdurrahim lalu memberikan wejangan singkat mengenai tugas dan tanggung jawab menjadi seorang Muslim.
|
|
Read more...
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Tuesday, 10 August 2010 19:03 |
Yogyakarta. Hilal merupakan awal masuknya bulan baru pada kalender qomariyah (bulan), termasuk kalender Hijriah. Banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal.
Untuk memberikan informasi hilal astronomi secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Kementerian Kominfo bekejasama dengan PT Telkom dan Observatorium Bosscha – FMIPA, ITB menyediakan layanan tayangan langsung pengamatan hilal astronomi melalui halaman web ini. Pelaksanaan pengamatan hilal tahun ini didukung juga oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim, Rukyatul Hilal Indonesia , Planetarium Jagad Raya Tenggarong –Kalimantan Timur, Universitas Pendidikan Indonesia dan LAPAN . Melalui tayangan langsung ini diharapkan agar masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal dan memahami fenomena alam yang terkait.
Tahun ini pengamatan hilal dilakukan di 12 titik pengamatan yang akan ditayangkan langsung melalui situs web http://hilal.depkominfo.go.id dan situs web http://bosscha.itb.ac.id/hilal , berupa Video Streaming Hilal Ramadhan. Adapun titik titik pengamatan dilakukan adalah:
1. Biak Papua. 2. Pantai Barat Kupang, Nusa Tenggara Timur. 3. Mataram Nusa Tenggara Barat. 4. Condrodipo Gresik, Jawa Timur. 5. Lantai atas MTB Makasar. 6. Tenggarong Kalimantn Timur. 7. Bukit Belabelu Yogyakarta. 8. Bosscha Bandung. 9. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 10. Anyer, Banten. 11. Pekanbaru, Riau 12. Lok Ngah, Aceh—————
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto; HP: 0811898504; Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
; Tel/Fax: 021.3504024).
|
|
Published by Budi
|
|
Monday, 21 June 2010 10:28 |
Jakarta. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq menegaskan bahwa partainya mengakomodir seluruh (umat) beragama dan tidak hanya terbatas pada Islam.
Luthfi, di sela-sela Musyawarah Nasional ke-2 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Jakarta, Kamis, meluruskan bahwa PKS membuka diri untuk agama lain bukanlah barang baru, hanya saja belum terekspos oleh media massa dengan baik.
Ia menjelaskan, sejak mulai berkiprah pada 1998, PKS meskipun berasaskan Islam telah mengakomodasi kader selain Islam.
“Sebenarnya itu bukan masalah baru karena sudah diakomodir sejak lalu. Kita memberikan apresiasi pada anak bangsa,” katanya.
Sesuai dengan slogan PKS bersih, peduli, dan profesional, PKS memberikan tempat bagi kader-kader dari semua etnis dan agama sepanjang peduli pada bangsa dan negara, serta bersih.
“Penjabaran dari profesional itu apa pun etnik, agama, dan latar belakang, sepanjang punya garis perjuangan yang sama dengan PKS, mau bersama PKS untuk untuk bersih dan peduli maka dia adalah warga PKS,” ujarnya.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>
|
|
Page 1 of 9 |
|
|