Media Gallery

Surat
SuratSurat
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 344126

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 8 guests online
Banner
Banner
Orangtua Waspada Pergaulan Remaja Print
Published by Budi   
Thursday, 08 October 2009 13:55

Norma-norma sosial dan agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia telah bergeser sehingga peran orangtua semakin diperlukan dalam memperhatikan pergaulan putra-putrinya guna mencegah akibat negatif yang berpotensi merusak masa depannya.

Hal tersebut disampaikan Pemerhati Masalah Perempuan dan Keluarga Juliana Langowuyo di Jayapura, Senin (17/8), menanggapi perkembangan gaya hidup anak muda sekarang ini yang banyak dipengaruhi budaya barat yang tidak mendidik.
Ia menjelaskan, pada usia anak dan remaja, mudah sekali dipengaruhi lingkungan sekitar. Pengaruh itu bisa berasal dari anggota keluarga selain orangtua, teman-teman sekolah, teman bermain maupun masyarakat sekitar melaui berbagai media baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Anak-anak, termasuk yang sudah memasuki usia remaja merupakan fase pertumbuhan yang cukup kompleks karena pada saat tersebut aspek biologis, psikologis maupun emosional mereka sedang berada dalam puncak perkembangan," kata Juliana.

Para orang tua dalam menyikapi pergaulan anak ini, tambah Juliana, harus bisa memberikan pemahaman yang positif dari setiap kegiatan anak dengan secara kesinambungan berkomunikasi dan menunjukan kasih sayangnya serta pendidikan moral secara optimal. "Sehingga jadi penting bagi orangtua untuk mengetahui dengan siapa saja anak-anak mereka bergaul, di mana tempat bermain dan mengikuti dengan cermat perkembangan emosional, dengan tetap memberi nasihat agar tetap berada dalam jalur yang benar," terangnya.

Ia mengakui, gaya pergaulan anak muda saat ini yang semakin jauh dari tuntunan agama, bahkan cenderung mengikuti gaya hidup bebas nilai yang bersifat hedonistik atau senang berhura-hura. Bahkan, tampaknya masyarakat sendiri telah bergeser menjadi semakin individualistik sehingga tidak ada lagi kepedulian terhadap satu sama lain untuk saling menjaga serta melindungi diri dan kehormatan.

Dengan demikian keluarga merupakan tempat awal pembentukan mental dan perilaku anak, dari perilaku buruk dan menyimpang yang pada dewasa ini semakin dipertontonkan secara vulgar."Perhatian terhadap pergaulan anak ini dilakukan agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk, seperti seks bebas, konsumsi narkoba, tawuran serta tindakan-tindakan lainnya yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama dan norma masyarakat pada umumnya," tutur Juliana. (ant/rin)

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner