Media Gallery

Hujan
HujanHujan
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 344143

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 4 guests online
Banner
Banner
Jumlah Perokok Anak Naik Signifikan Print
Published by Budi   
Wednesday, 14 October 2009 15:23
Agresifitas pemasaran industri rokok telah menyebabkan jumlah perokok anak mengalami lonjakan yang signifikan. Ini ditegaskan Seto Mulyadi, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak saat audiensi dengan pimpinan MUI di kantor MUI, Jakarta, Selasa (18/8).

''Prevalensi perokok remaja usia 15 hingga 19 tahun meningkat sebanyak 114 persen dalam kurun waktu tahun 1995 hingga 2004 menurut data Susenas. Dari 13,7 persen pada 1995 menjadi 32,8 persen pada tahun 2004. Survei ini juga menunjukkan perokok mulai merokok pada usia lima hingga sembilan tahun, meningkat lebih dari empat kali lipat. dari 0,4 persen pada tahun 2001 menjadi 1,8 peren pada 2004.
Kak Seto bersama sejumlah pengurus Komnas perlindungan Anak diterima sejumlah Ketua MUI. Antara lain KH Cholil Ridwan, KH Ma'ruf Amin dan KH Umar Shihab. 'Kami harapkan MUI sebagai lembaga pengayom umat Muslim di Indonesia ini dapat memberikan kontribusinya pada perlindungan anak dari rokok. Termasuk dari iklan, promosi dan sponsor rokok yang semakin membombardir anak dan remaja di bulan Ramadhan ini,'' tambah Seto. osa/ahi
Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner