Media Gallery

Warisan
WarisanWarisan
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 345369

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 12 guests online
Banner
Banner
Peneliti Yahudi Amerika: Syariat Islam Sesuai Demokrasi Print
Published by Abu Izzuddin   
Friday, 01 August 2008 10:10
demokrasiWashington. Peneliti Yahudi Amerika memuji agama Islam, bahwa syariat Islam sesuai dengan Demokrasi Barat.

Dalam bukunya yang diterbitkan dengan judul: “Jatuh Bangun Negara-Negara Islam”, Profesor ternama, Nuh Feldman, Guru Besar di Universitas Harvard Amerika menulis: “Bahwa syariat Islam dan demokrasi dewasa ini keduanya seperti sejoli.”

Ia menjelaskan: “Bahwa negara-negara Islam sekarang ini memungkinkan mengahadirkan keadilan hukum dan politik bagi setiap muslim sekarang ini, namun dengan syarat terbentuknya sebuah lembaga baru yang membantu menyeimbangkan undang-undang antara kekuatan dan kekuasaan.”

Buku ini menyinggung juga, “Bahwa imperium dan sistem hukum ketika runtuh, biasanya tidak mampu bangkit lagi, seperti apa yang terjadi dengan komunisme dan penguasa raja-raja, kecuali dalam dua hal saja: Pertama, Adalah demokrasi yang menopang pemerintahan romania. Dan kedua, yang terjadi di negara-negara Islam.”

Sebagaimana buku ini juga mendiskusikan, “Bangkitnya aspirasi masyarakat dan bangsa bagi tegaknya syariat Islam di negara Islam, dan pengaruhnya terhadap Blok Barat dan Timur.”

Ia menguatkan argumentasi itu dengan fenomena yang terjadi di Maghrib dan Indonesia, keduanya adalah negara-negara Islam yang menuntut kembalinya syariat Islam, lebih khusus lagi di Mesir dan Pakistan.

Kemarahan Zionis

Dengan beredarnya buku yang sangat diminati publik itu, setebal 189 halaman, dalam bentuk buku saku, menyulut kemarahan gerakan Zionis dan gerakan apa yang disebut dengan tata dunia baru di Amerika. Sehingga salah satu lembaga Yahudi di Amerika Serikat berusaha menghambat laju peredaran buku tersebut. Bahkan mereka mengkanter dengan issu bahwa “Menggabungkan antara Islam dan demokrasi adalah perkara paling sulit.”

Nuh Feldman menjadi Guru Besar Undang-undang di Universitas New York semenjak tahun 2001, kemudian pindah ke Universitas Harvard tahun 2007.

Di akhir perang antara Amerika dan Iraq tahun 2003, Feldman menjadi penasehat bagi penguasa transisi di Iraq dan membantu merumuskan undang-undang baru bagi negara Iraq. (io/ut) dakwatuna.com
Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner