|
Statistics
Content View Hits : 343958
Who's Online
We have 3 guests online
|
Generasi Muslim - Generasi Pewaris Dakwah
|
Amankah Teh dengan Perisa? |
|
|
|
|
Published by Uding Hermara
|
|
Friday, 13 November 2009 17:27 |
Minum teh kini sudah menjadi bagian hidup manusia sehari-hari. Kapan pun dan dimanapun, sajian minuman teh akan selalu menemani. Tak cuma untuk menghilangkan dahaga dan ‘teman’ kudapan, namun teh juga dikonsumsi untuk berbagai khasiat kesehatan.
Teh (Camellia sinensis) merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis. Dari sekitar 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapat 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Teh ini biasanya diolah dengan cara merajang daun teh untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga mengalami perubahan kimiawi, sebelum dikeringkan dengan mesin. Hal tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.
Sejumlah penelitian membuktikan teh mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Misalnya karotin, tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), nicotinic acid, pantothenic acid, absorbic acid (vitamin C), vitamin B6, manganese, dan potasium. Kandungan vitamin dan mineral tersebut membuat teh memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Sebut misalnya untuk memperkuat daya tahan tubuh, mencegah tekanan darah tinggi, mengoptimalkan metabolisme tubuh, menangkal kolesterol, memperkuat gigi, mengurangi resiko keracunan makanan, bahkan untuk mencegah kanker.
|
|
Last Updated on Friday, 01 January 2010 11:11 |
|
Read more...
|
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Thursday, 23 June 2011 08:46 |
 Dalam sejarahnya, dakwah Rasulullah tak pernah sepi dari gangguan kafir Quraisy. Di tengah tantangan dakwah itu, kesedihan yang tak terperikan dihadapi Rasulullah, yakni wafatnya dua orang paling disegani dan dikasihi Nabi SAW, yakni sang paman Abu Thalib, dan istri tercinta Khadijah. Dengan totalitas yang tak diragukan lagi, keduanya adalah pendukung setia dakwah Rasulullah. Wafatnya kedua pendukung utama ini, merupakan ujian besar bagi perjuangan Rasul SAW.
1. Ummul Mukminin Khadijah -radhiyallahu ‘anha- , sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits, adalah: - Wanita dan bahkan manusia pertama yang beriman kepada Rasulullah SAW. - Seorang mukmin yang mengorbankan seluruh hartanya untuk dakwah, dan - Seorang istri, yang darinya Rasulullah SAW mempunyai anak (keturunan).
2. Abu Thalib, meskipun belum beriman, namun, mengingat posisinya sebagai paman Rasulullah SAW, ia telah membela Rasulullah SAW dengan sangat luar biasa.
Namun, di tahun itu, keduanya meninggal dunia, maka beliau SAW sangat bersedih, dan karenanya, tahun itu disebut ‘amul huzni (tahun kesedihan). Kesedihan itu semakin lengkap, manakala Rasulullah SAW mencoba membuka jalur dakwah baru, Thaif. Siapa tahu, Thaif yang sejuk, dingin, hijau, mempunyai pengaruh besar terhadap warganya, sehingga sikap mereka barangkali sejuk dan segar dalam menerima dakwah beliau SAW. Tidak seperti Mekah (saat itu) yang keras, semuanya tertutup batu, sehingga “membatu” sikap mereka terhadap dakwah. Namun, bukannya kedatangan Rasulullah SAW di Thaif disambut, tapi malah disambit. Singkat cerita, dalam perjalanan pulang ke Mekah, terjadi tiga peristiwa:
|
|
Last Updated on Thursday, 23 June 2011 09:01 |
|
Read more...
|
|
Salurkan Donasi Anda untuk Solidaritas Palestina |
|
|
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Wednesday, 31 December 2008 10:23 |
|
“Barangsiapa memberi perlengkapan bagi seorang yang berjihad di jalan Allah maka dia terhitung ikut berjihad di jalan Allah dan barangsiapa ikut memenuhi kebutuhan keluarga (menyantuni) orang yang berjihad maka dia terhitung ikut berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Salurkan donasi anda untuk solidaritas Palestina melalui rekening :
KNRP (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina) http://www.knrp.or.id/ BSM cab Kelapa Gading No. Rek 1800022210 BCA cab Jatinegara Barat No. Rek 7600325099 a.n. Komnas Untuk Rakyat Palestina |
|
Last Updated on Tuesday, 06 October 2009 22:39 |
|
|
PKS Kecam Pencabutan Sembilan Perda Miras |
|
|
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Wednesday, 11 January 2012 09:33 |
 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, mengecam keras pencabutan sembilan peraturan daerah (Perda) minuman keras (miras) yang dilakukan Menteri Dalam Negeri.
Ia menilai, Perda miras telah membawa banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Terbukti mampu mengurangi peredaran miras yang brdampak pada penurunan angka kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya secara signifikan.
Menurut Indra, Perda itu lahir atas aspirasi masyarakat yang tidak ingin miras djual secara bebas. Proses pembentukannya telah menempuh proses panjang dengan melibatkan banyak pihak.
Ia juga menilai langkah Mendagri yang mencabut Perda miras itu ironi dan aneh. "Tiba-tiba dengan dasar dan alasan yang sangat lemah Mendagri mencabut Perda-Perda tersebut," katanya, Selasa (10/1).
Menurutnya, hal ini janggal karena melihat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009, tidak ada landasan hukum apa pun bagi Mendagri untuk mencabut Perda tersebut. Mengingat Perda tersebut sebelumnya sudah dikaji dan disetujui oleh Kemendagri sendiri. Serta sudah lebih dari 60 hari.
Indra menilai alasan Perda miras bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2007 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 tahun 1997 sebagai alasan mengada-ada.
Pasalnya, apabila dilihat secara seksama, Perda miras tidak sama sekali bertentangan dengan peraturan-peraturan tersebut. "Perda miras di Indramayu sudah pernah digugat ke MA oleh pengusaha miras, namun gugatan tersebut dtolak oleh MA," kata dia.
Dengan pertimbangan itu, lanjut Indra, patut diduga kalau Mendagri telah menyalahgunakan kewenangannya. Selain itu, juga ada indikasi Mendagri membawa kepentingan pengusaha miras.
|
|
Gaza Tidak Membutuhkan Aku.. |
|
|
|
|
Published by Abu Izzuddin
|
|
Thursday, 03 June 2010 07:16 |
|
Tulisan ini dari mbak Santi Soekanto, wartawati senior, istri mas Dzikrullah. Wisnu Ramudya (wartawan juga) yang keduanya ikut dalam rombongan kapal Mavi Marvara. Tulisan ini dibuat hari Sabtu, 29 Mei 2010. Isinya sangat menggugah. Semoga bermanfaat!
GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU !
Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza. Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 26 |
|
|