|
Al-Quds, Salju mencair dan jelaslah kebunnya yang indah. Peribahasa populer ini nampaknya merupakan ekspresi paling popular setelah entitas Israel gagal setelah lebih dari 10 hari untuk menghentikan perang di Jalur Gaza. Suara-suara dari para ahli dan analis ke mulai ramai berbicara tentang kegagalan pembersihan etnis yang dilakukan oleh tentara Israel dengan nama Cast Lade yang gagal mencapai tujuan baik yang dinyatakan dan disembunyikan.
Akui kegagalan Kolumnis Zionist Sefer Palotsker di koran "Yediot Aharonot" menegaskan bahawa Israel sangat terkejut selama kunjungannya ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Karena Israel mendengar pembicaraan tentang kegagalan dalam perang di Gaza dengan nyata meskipun Israel menggunakan segala peralatan perangnya. Palotsker mencatat bahwa opini publik di negara-negara yang dikunjungi oleh Israel sepakat bahwa Israel gagal untuk menghabisi Hamas atau sekadara mengikis kuasanya. Dan bahwa mereka merasakan Israel gagal dalam usahanya untuk mencitrakan Hamas sebagai gerakan terorisme yang mengancam dunia. Palotsker menmabhakan bahkan komunitas Yahudi di Amerika Serikat ditertawakan ketika mengaku menang dalam agresinya di Jalur Gaza. Bahkan mereka mengatakan "Hamas tidak akan kalah, tidak berlutut dan menolak komitmen dengan syarat terkecil dari Israel yang kalah. Hamas tetap sehat dan meninggalkan syarat-syarat yang dibuat Israel. Shalit dan senjata .. Kegagalan besar Jenderal Giora Eiland, mantan ketua "Dewan Keamanan Nasional" di Israel mengisyaratkan kegagalan tentara Israel dalam mencegah penyelundupan senjata dan membebaskan tentara Israel Gilad Shalit. Israel hanya berhasil dalam mencapai tenang untuk jangka waktu tertentu. Sebelum Eiland mengkhiri kalimatnya kelompok perlawanan Palestina melakukan aksi meledakkan 3 kendaraan Israel yang melakukan patroli daerah sekitar pos "Kissufim" Israel dan membunuh seorang petugas dan melukai enam lainnya.
Pencarian terhadap bukti keberhasilan bukti kegagalan
Profesor Gabriel Ben-Dor kepala keamanan studi di Universitas Haifa Israel menilai bahwa pencarian yang dilakukan Israel terhadap bukti keberhasilan agresi setelah selesai perang adalah kegagalan atau setidaknya tidak terselesaikan masalah ini. Ia berkata: "Salah kalau orang mengira bahwa mungkin Israel dapat mencapai di tahun 2009 apa yang gagal di Libanon pada tahun 1982 karena mereka tidak dapat mengubah cara kekerasannya. Dia berbicara di symposium yang sama bahwa teori keamanan Israel didasarkan kepada gertakan pertama. Dan ini yang gagal diwujudkan jelas di Jalur Gaza. Kemenangan atas rumah sakit dan anak-anak Mantan menteri BUSSY Sarid, menulis artikel mengejek Zionist yang selama tiga pecan mencari alasan tentang kemenangannya. Ia mengatakan bahwa "tentara (Israel) menang melawan rumah sakit, sekolah dan anak-anak yang tidak dapat menemukan tempat perlindungan. Ajakan membaca sederhana hasil agresi kolumnis Zionist Reuven Beditsor menulis di "Ha'aretz" bahwa bahaya yang besar pada keyakinan tentara Israel yang merasa menang melawan "Hamas" dalam perang yang sebenarnya tidak perang yang sesungguhnya. Apalagi tidak ada satupun Hamas yang ditawan. Beditsor mengajak agar Israel menyikapi perang kali ini dengan standara ril dan sederhana. Sementara itu brigadir Tesfika Fogel mantatan kepala tentara di zona selatan mengakui bahwa target perang dari sisi politik mengalami banyak masalah. Ia mengatakan Hamas berperang dengan hebat dan kini masih kuat. Dikhawatirkan roket-roketnya akan mencapai Tel Aviv dalam perang berikutnya. (infopalestina/bn-bsyr)
|
thanks,,,,atas infonya...
luar biasa pak tif.. :...
Allahuakbarrr............
maaf kawan. yg anda ka...
terimahasih ya allah a...