Media Gallery

Jauh
JauhJauh
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 344054

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 5 guests online
Banner
Banner
PBB Harus Beri Sanksi Kepada Cina Print
Published by Budi   
Tuesday, 14 July 2009 10:37
Kalangan dunia Islam terus bereaksi atas kekerasan oleh petugas keamanan Cina terhadap warga Muslim Uighur di Urumqi, Ibu Kota Xianjiang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun didesak memberikan sanksi kepada Cina yang dianggap telah melakukan pelanggaran HAM berat..

Wakil Sekjen Worl Islamic People’s Leadership (WIPL/Kepemimpinan Rakyat Sedunia) yang mewakili Asia, Din Syamsuddin, mengutuk kekerasan tersebut. Dia berseru agar PBB segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pembantaian di sana.

“PBB perlu memberi sanksi kepada Pemerintah RRC supaya tindakan biadab tersebut tidak terulang lagi, “tegas Din yang juga ketua Umum PP Muhammadiayah dalam siaran persnya yang diterma Republika, Ahad (12/7).

Menurutnya, perlu ada jaminan kebebasan beragama bagi umat Islam Uighur untuk menjalankan ibadah sesuai prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, bahkan meminta Pemerintah Cina bertanggung jawab terhadap kejadian yang merenggut korban meninggal lebih dari 150 orang.

Tifatul berpendapat, Cina tidak dapat lagi bertindak sewenang-wenang terhadap sebagian rakyatnya yang berbeda keyakinan. “Jangan sampai Cina dinilai menjalankan politik diskriminatif,” ungkapnya dalam siaran pers, kemarin.

Sementara itu, ketegangan masih menyelimuti Urumqi setelah sepekan terjadinya unjuk rasa berdarah itu. Meski demikian, tak terlihat bentrokan yang melibatkan warga beretnik Han dan Uighur.

Polisi bersenjata lengkap masih disiagakan di People Square, tempat di mana unjuk rasa terjadi. Pada Sabtu malam, Biro Keamanan Publik Umruqi menerbitkan surat pemberitahuan yang melarang warga mengadakan pertemuan massal dan berunjuk rasa. “Situasi telah terkendali, namun masih ada demonstrasi.

Sejumlah jalan menuju pasar utama juga masih ditutup. Polisi tetap disiagakan di pasar tersebut.Terlihat sejumlah petugas diajari menyampaikan salam dalam bahasa Uighur.

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner