Media Gallery

Jalan
JalanJalan
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 344103

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 11 guests online
Banner
Banner
Islam Beri Perubahan Budaya Muslim Wamena Print
Published by Budi   
Wednesday, 26 August 2009 11:07
Islam Beri Perubahan Budaya Muslim Wamena
 
Jayapura. Nilai-nilai ajaran Islam memberi perubahan yang cukup signifikan pada budaya masyarakat Muslim di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Hal ini diakui Koordinator Muslim Wamena yang bermukim di Angkasa, Kota Jayapura, H Robi W.Asso di Jayapura, Selasa, menanggapi perkembangan Islam dan umat Muslimin di Wamena.

“Harus diakui bahwa tidak mudah mengubah kondisi sosial kultur masyarakat Wamena yang telah berakar agar sesuai dengan tuntunan Syariat Islam,” ujarnya.
Namun demikian lanjutnya, perubahan pola hidup yang sesuai dengan ajaran Islam adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan setiap Muslim. Oleh sebab itu, banyak upaya telah ditempuh untuk merealisasikan hal tersebut.

“Kami mulai dari generasi muda, yakni anak-anak kami asramakan, kami didik dan bina mereka secara pelan-pelan dengan nilai-nilai Islam yang langsung dilakukan dalam hidup keseharian,” jelas Robi.

Setelah itu, generasi orang tua pun lambat laun ikut dalam perubahan kehidupan yang tercermin dari tingkah laku dan sikap anak-anak mereka secara Islami.

Dicontohkannya perubahan tersebut tampak pada penghargaan masyarakat Wamena sebagai bagian dari komunitas pegunungan Papua atas kepemilikan babi yang dinilai sangat tinggi.

Menurut Robi, nilai babi yang tinggi bagi masyarakat Wamena ditunjukkan dengan kenyataan bahwa jika seorang lelaki tidak memiliki hewan itu, maka dirinya tidak akan pernah bisa menikah.

Tapi kondisi itu telah berubah dengan digantinya babi dengan binatang ternak lainnya yang dihalalkan dalam Islam yakni sapi dan kambing. oleh Tim dakwatuna.com

“Di kampung kami, babi kini sudah tidak lagi dipelihara karena masyarakat sudah menggantinya dengan sapi atau kambing,” jelas Robi.

Islam masuk pertama kali di Kabupaten Jayawijaya sekitar 1968 hingga 1969 lalu, tepatnya di Kampung Walesi.

Kini Islam telah berkembang di 13 kampung di Wamena dan sudah berdiri tujuh masjid serta sejumlah musholla. (ant)
Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner