Media Gallery

Kami Harus ...
Kami Harus KembaliKami Harus Kembali
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 345319

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 10 guests online
Banner
Banner
Rajmohan Gandi: Islam Tidak Identik dengan Terorisme Print
Published by Budi   
Monday, 15 March 2010 13:44

Jakarta, Banyak orang yang berpengaruh di Amerika Serikat (AS) dan Eropa meyakini terorisme dan Islam selama ini saling berkaitan kuat. Padahal ini hanyalah propaganda negatif dari sebagian kecil kalangan yang menginginkan terjadinya perpecahan di dunia.

“Saya dan tentu saja kakek saya, tidak akan pernah sepakat dengan berbagai macam isu yang selalu mengaitkan bahwa Islam identik dengan kekerasan atau Islam dekat dengan terorisme,” ujar Rajmohan Gandhi, cucu tokoh pembaru India, Mahatma Gandhi, dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta., Kamis (11/3).

Menurut Rajmohan, jika sang kakek masih hidup, dipastikan juga akan memberikan berbagai rekomendasi kepada seluruh penganut Islam di seluruh dunia untuk membuktikan bahwa mereka tidak ada kaitan dengan terorisme.

Mahatma Gandhi merupakan salah satu tokoh India yang paling berpengaruh dalam masa-masa penjajahan Inggris. Dia memiliki peran besar dalam kemerdekaan India dari belenggu penjajahan pada 1947. Gandhi tewas dibunuh oleh aktivis Hindu garis keras pada 1948.

”Isu mengenai komunitas Muslim dan non-Muslim merupakan pemberitaan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat India. Gandhi dibunuh karena banyak orang Hindu yang berpikir bahwa dia lebih mendukung komunitas Muslim India,” ujar Rajmohan yang juga menjabat Presiden Initiatives of Change International.

Rajmohan lantas mengingatkan, setiap orang harus sadar bahwa pertikaian dan perpecahan di dunia saat ini sebenarnya bukan didasarkan pada perbedaan agama, budaya, dan bangsa. ”Tapi persoalannya ada di dalam hati masing-masing, karena di sana ada ketakutan, kebencian, dan rasa rakus,” jelas mantan anggota parlemen India ini.

Dorongan rakus, kata Rajmohan, bukan hanya karena faktor uang, tapi bisa faktor kesenangan dan lain-lain. ”Yang penting saat ini adalah tekad untuk memerangi tiga hal tersebut, yakni ketakutan, kebencian, dan rakus di dalam diri,” tegasnya. (RoL) oleh Tim dakwatuna.com .

 

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner