|
Statistics
Content View Hits : 134620
Who's Online
We have 3 guests online
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Wednesday, 14 January 2009 06:40 |
Gaza, Agresi Zionis Israel dari darat, laut dan udara terus berlanjut di seluruh wilayah Jalur Gaza. Mereka menggempur rumah-rumah dan fasilitas sipil Palestina. Korban agresi Israel terus bertambah. Hingga hari yang ke ke-18, Selasa (13/01) pagi, sudah lebih dari 935 orang Palestina gugur dan lebih 4300 lainnya terluka.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Emergency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain, kepada koresponen Infopalestina, Selasa (13/01), mengatakan bahwa jumlah korban meninggal hingga saat ini sudah mencapai 935 syuhada, 286 di antaranya anak-anak dan 95 wanita. Selebihnya kebanyakan adalah warga sipil. Pesawat-pesawat tempur Israel, pasukan artileri dan kapal laut Israel terus menggempur rumah-rumah warga dan daerah-daedah padat penduduk di Jalur Gaza.
Menurut Husnain, jumlah korban luka akibat agresi Zionis Israel yang terus berlanjut ke Jalur Gaza sudah mencapai lebih dari 4300 orang. 375 di antaranya mengalami luka sangat parah. Dia menjelaskan di antara korban luka ada 1490 anak dan 690 wanita.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Wednesday, 14 January 2009 06:31 |
Gaza, Pasukan perlawanan Palestina yang dipimpin Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer gerakan Hamas berhasil memukul mundur pasukan militer Israel yang berupaya merangsek memasuki Gaza dari berbagai penjuru.
Sumber di Al-Qassam menyebutkan, 11 kendaraan militer Israel di Tel Islam dan Zaitun berhasil dihancurkan dan dilumpuhkan dalam pertempuran sengit antara pasukan perlawanan dengan pasukan Israel yang berakhir dengan kekalahan di pihak Israel.
Sumber lokal menyebutkan, pasukan Israel berupaya meraih kemenangan setelah pidato PM Palestina Ismail Haniyah yang menegaskan kegagalan Israel, dengan menyerbu kota Gaza dari berbagai penjuru. Israel mengerahkan puluhan tank dan helikopternya secara masif disertai bom phospor menggempur sejumlah tempat di Gaza.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Wednesday, 14 January 2009 06:35 |
Rafah, Komisi Penanggulan Blokade Palestina menegaskan, Senin (12/1) pihaknya mendapatkan izin untuk memasukan 25 mobil ambulance melalui perlintasan Rafah yang akan digunakan untuk mengevakuasi sejumlah korban dari kotaGaza dan wilayah utara.
Biro penerangan lembaga ini dalam keteranganya menyebutkan, 15 dokter yang terdiri dari sejumlah relawan dari berbagai Negara Eropa, disamping tiga dokter Francis telah tiba di Gaza. Mereka juga berhasil memasukan 15 kontainer obat-obatan dan peralatan medis lainya dari sejumlah Negara seperti Mesir, Kuwait, Qatar, Turki, Libia, dan Negara-negara Arab lainya.
Namun lembaga ini menyebutkan, hingga saat ini belum ada satu container pun yang mengangkut bahan makanan. Lembaga ini kembali menghimbau semua pihak untuk segera memasukan sejumlah rumah sakit darurat di Gaza. Karena rumah sakit yang ada saat ini sudah sangat penuh dengan pasien yang terluka dan terus bertambah tiap harinya.
Ia juga menyerukan Mesir untuk secepatnya memberikan bantuan medis dan makanan melalui perlintasan Rafah, ditengah aksi terorisme Zionis di sana. (Infopalestina/asy)
|
|
Published by Uding Hermara
|
|
Tuesday, 13 January 2009 17:00 |
|
Bak aksi demo di lapang terbuka, shooting acara Today’s Dialogue Metro TV pun diwarnai sorakan penonton, bahkan teriakan kekesalan. Untung saja tidak ada satu pun penonton di studio yang sampai melempar sepatu kepada salah satu pembicara dalam acara itu, yang berlangsung pada Senin sore (12/01/2009) di Jakarta.
|
|
Read more...
|
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Monday, 12 January 2009 15:36 |
Jakarta - Keganasan tentara Israel membantai penduduk Palestina belum juga usai. Bahkan Israel berencana untuk mengebom Masjidil Aqsa, masjid kebanggaan umat Islam sedunia karena alasan ingin mencari tulang Nabi Sulaiman.
"Israel mencoba untuk menghancurkan Masjidil Aqsa dengan alasan untuk mencari kerangka Nabi Sulaiman di dalam masjid tersebut," ujar Perdana Menteri Suriah Muhammad Naji Otri saat jumpa pers bersama Presiden SBY di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (12/1/2008).
Menurut Naji, Israel adalah teroris yang sesungguhnya karena telah melakukan pembantaian terhadap penduduk sipil yang tidak bersalah, bahkan wanita dan anak-anak. "Pembunuhan di Gaza adalah pembantaian yang sangat keji. Mereka bahkan membunuh wanita dan anak-anak," kata Naji.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Sunday, 11 January 2009 22:52 |
Gaza, Sebagaimana prajurit perang yang menenteng senjata, para wartawan juga membawa senjatanya berupa kamera dan alat pencatat. Mereka siap meliput semua aksi dan membeberkan semua perkara yang ditutup-tutupi oleh pihak Israel. Maka tak heran bila Israel merasa gerah dengan mereka, bahkan sampai berusaha membunuhnya. Mereka mengerjakan apapun yang mereka inginkan, kalaulah tidak ada para prajurit dari para wartawan yang menenteng senjatanya berupa kamera dan alat tulis lainya, tentu mereka akan berbuat melebihi apa yang saat ini terjadi.
Jurnalisme Adalah Amanah
Para jurnalis itu sudah menekuni bidangnya sejak mereka keluar dari sekolah menengah umum. Mereka masuk ke jurusan jurnalistik dan penyiaran. Mereka memasuki dunia di belakang berita. Karena mereka akan membawa amanah yang besar dalam pundak-pundaknya. Yaitu menyampaikan berita apa adanya dengan penuh kejujuran. Mereka mengungkap kejahatan Zionis yang terus menerus terhadap rakyat Palestina. Padahal mereka tahu tentang resiko yang mereka akan hadapi serta berbagai kesulitan yang menghadangnya. Namun mereka telah mewakfkan diri dengan penuh tanggung jawab.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Sunday, 11 January 2009 22:14 |
London, Organisasi HAM internasional menegaskan, pasukan Israel menggunakan bom phosphor putih yang terlarang secara internasional, saat menggempur Gaza. Organisasi HAM ini mengingatkan, tindakan tersebut sangat berbahaya bagi rakyat sipil di Gaza.
Organisasi Human Right Watch untuk HAM dalam keteranganya Sabtu (10/1) mengungkapkan, para peniliti memantau adanya ledakan besar di udara pada 19 Januari lalu akibat temabakan rudal marian Israel di Kamp Jabalia.
Ia mengatakan, pasukan Israel sudah mulai menggunakan phosphor putih ini untuk menyembunyikan operasi militernya. Awalnya ia menggunakan bahan peledak yang diperbolehkan secara undang-undang internasional, namun phosphor putih mengakibatkan benda-benda yang berada di sekelilingnya terbakar hebat. Apalagi terkena manusia, bangunan, ladang ataupun benda lainya. Diperkirakan akibat yang ditimbulkan bom phosphor putih ini lebih besar bagi warga sipil, terutama karena padatnya permukiman di Jalur Gaza. Organisasi ini meminta Israel segera menghentikan penggunaan bom tersebut. Penggunaaan bahan ini harus segera dihentikan terutama di wilayah padat penduduk seperti Gaza.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Sunday, 11 January 2009 08:52 |
Gaza, Agresi Zionis Israel dari darat, laut dan udara terus meningkat di seluruh wilayah Jalur Gaza. Mereka menggempur rumah-rumah dan fasilitas sipil Palestina. Memasuki pekan ke-3, Sabtu (10/01) pagi, sebanyak 35 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya terluka.
Menjelang tengah malam, kemarin, seorang warga Palestina gugur dan yang lainnya terluka dalam serangan udara Israel ke sebuah rumah di kamp pengungsi Shati di barat Gaza. Seorang wartawan, Ala’ Murtaji, koresponden radio “al Buraq”, juga dilaporkan gugur akibat luka yang dialaminya dalam serangan udara Israel yang menhantam rumahnya bersama rumah-rumah warga Palestina lainnya.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Emergency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain menegaskan jumlah korban agresi Zionis Israel hingga Sabtu (10/01) pagi mencapai 821 gugur, 230 di antaranya anak-anak dan 93 wanita serta 12 relawan tim medis dan sejumlah wartawan. Sementara itu korban luka mencapai 3350 orang, 50% di antaranya adalah anak-anak dan kaum wanita. Lebih dari 400 di antaranya dalam kondisi kritis.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 9 of 16 |
|
Arbi'a, 29 Ramadhan 1431 Rabu, 08 09 2010
|