|
Statistics
Content View Hits : 134626
Who's Online
We have 7 guests online
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Sunday, 11 January 2009 08:50 |
Gaza/Damaskus, Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan sayap militernya berhasil membunuh 12 serdadu pasukan khusus Israel, Jum’at (9/01). 8 korban tewas dalam aksi yang dilakukan satuan khusus Brigade al Qassam.
Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal mengatakan, “Kami sampaikan kabar gembira kepada rakyat Palestina, Arab dan dunia Islam atas tewasnya 12 serdadu Israel pada hari Jum’at ini.”
Nazal mengatakan, “Televisi vokus pada tewasnya 8 serdadu Israel di Beit Lahiya. Namun di sana ada 4 serdadu lainnya yang tewas dalam aksi sniper perlawanan di berbagai daerah di Jalur Gaza. Untuk itu jumlah korban tewas di pihak Israel adalah 12 serdadu dan sejumlah lainnya terluka dalam berbagai aksi yang dilakukan perlawanan Palestina di sejumlah wilayah Jalur Gaza.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Sunday, 11 January 2009 08:18 |
Gaza, Sayap militer gerakan Hamas, Brigade al Qassam menyatakan berhasil menggempur pangkalan udara terbesar Israel di “Tel Nov” dengan roket Grad, Jum’at (09/01).
Dalam pernyataan militer yang diterima koresponden Infopalestina, al Qassam mengatakan, “Dengan pertolongan Allah, Brigade al Qassam menyatakan bertanggung jawab atas gempuran, untuk pertama kalinya, terhadap pangkalan udara Israel “Tel Nov”, yang berjarak 45 kilometer dari Jalur Gaza. Ini adalah pangkalan udara terbesar Israel yang berada di timur laut kota Gadira Israel. Serangan ini termasuk jaungkauan terjauh yang pernah dicapai roket yang ditembakan al Qasssam ke arah utara hingga sekarang.”
Al Qassam mengatakan, serangan dengan menggunakan roket Grad ke pangkalan udara Israel ini dilakukan tepat pukul 08.05, Jum’at (09/01). Serangan ini dilakukan dalam rangka “perang furqan” yang diusung Brigade al Qassam untuk menghadapi agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza. Sekaligus untuk membalas aksi pembantaian Israel yang hingga kini tidak kurang dari 800 Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Saturday, 10 January 2009 19:58 |
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) hari ini, Jum’at (09/01), menyetujui draf resolusi Negara-negara Barat yang menyerukan penghentian serangan di Jalur Gaza sebagai pendahuluan untuk penarikan pasukan Israel dari sana.
Draf yang diusulkan Inggris – setelah Negara-negara barat mencapai kesepkatan dengan Negara-negara Arab – ini mendapatkan persetujuan 14 anggota DK PBB dan satu anggota abstain yaitu Amerika Serikat.
Seperti dilaporkan kantor berita aljazeera, Menlu Perancis Bernard Kouchner berupaya menunda kesepakatan draf resolusi ini dengan dalih bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy ingin mempelajari draf ini selama 24 jam. Sarkozy menginginkan inisiatif tercapai dengan PM Israel Ehud Olmert tanpa dikeluarkannya resolusi DK PBB.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Friday, 09 January 2009 09:15 |
Al-Quds, Sumber-sumber militer Israel menyebutkan, sejumlah rudal jenis Katiyusha jatuh pagi ini Kamis (8/1) di utara wilayah Palestina jajahan Israel tahun 1948. Tepatnya di dua wilayah Naharia dan Shalomi, dua desa di perbatasan dengan Libanon. Serangan ini bersamaan dengan perang yang sedang mengalami eskalasi di Jalur Gaza.
Sumber-sumber Israel menyebutkan bahwa kemungkinan besar bukan berasal dari Hizbullah. Roket itu menimbulkan sejumlah ledakan besar yang menyebabkan lima orang Israel luka-luka dan jumlah roket sebanyak lima dan menyerang ke sebuah desa di selatan Libanon.
|
|
Read more...
|
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Friday, 09 January 2009 09:12 |
Rafah, Sekjen Tim Medis Arab, Dr. Abdul Mun’im Abul Fatah mengecam berlanjutnya penutupan yang dilakukan terhadap perlintasan Rafah oleh pemerintah Mesir untuk tim medis Arab yang hendak memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan.
Dr. Abul Fatuh menegaskan bahwa sekitar 50 dokter Arab termasuk dari Mesir melakukan aksi unjuk rasa untuk memancing perhatian dari pemerintah Mesir akan pentingnya membuka perlintasan Rafah. Sementara pejabat Mesir beralasan bahwa pelarangan dokter itu karena tidak ada jalan aman untuk sampai ke Jalur Gaza. Sementara pihak tim medis menegaskan bahwa mereka siap dengan apapun yang terjadi.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Friday, 09 January 2009 09:07 |
Gaza, Jumlah korban terus meningkat dalam serangan berkelanjutan yang dilakukan militer Zionis Israel. Memasuki hari ke-12, Rabu (07/01), jumlah korban meninggal mencapai l700 syuhada dan lebih 3100 lainnya luka-luka, separohnya adalah wanita dan anak-anak.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain, mengatakan bahwa jumlah korban meninggal sesuai data yang masuk mencapai 700 syuhada, separohnya wanita dan anak-anak. Jumlah korban luka juga meningkat mencapai lebih 3100 orang, sekitar 450 di antaranya dalam kondisi sangat kritis. Jumlah korban meninggal dari anak-anak mencapai 230 dan dari kalangan wanita mencapai 100.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Thursday, 08 January 2009 11:23 |
Jakarta, Di tengah derasnya kecaman dunia internasional terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 500 orang, sejumlah negara Barat justru menyatakan bahwa aksi Israel tersebut adalah semata-mata untuk membela diri. Terhadap hal ini, Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menegaskan, hal tersebut keliru dan merupakan upaya untuk menggeser permasalahan.
“Sebagian negara Barat menggeser permasalahan ini sebagai pembelaan Israel terhadap (serangan) Hamas. Justru rakyat Palestinalah yang berhak membela diri,” tegasnya dalam sesi tanya jawab dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri di Departemen Luar Negeri Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2009).
“Masalah inti di Palestina adalah penjajahan Israel atas Palestina. Oleh karena itu solusinya adalah pembentukan negara Palestina merdeka,” tegasnya.
|
|
Read more...
|
|
Published by Dedi Sukmadi
|
|
Wednesday, 07 January 2009 05:14 |
Gaza – Infopalestina: Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas mengumumkan Senin malam kemarin (5/1) bahwa mereka berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengintai Israel yang sedang melakukan pengintaian dan penyerangan roket ke arah warga Palestina.
Batalion Al-Qassam menegaskan bahwa mereka berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengintai dan penyerang Israel di udara kota Rafah Senin malam. Mereka mengaku pesawat itu jatuh setelah ditembak dengan roket darat.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 10 of 16 |
|
Arbi'a, 29 Ramadhan 1431 Rabu, 08 09 2010
|