|
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Inilah taktik yang digunakan Yahudi dan nasrani untuk meredam dakhwa Islam di Indonesia. Apa yang digunakan oleh Yahudi dan nasrani yaitu dengan cara memancing kemarahan saudara kita yang mempunyai aliran keras yang ada di Indonesia, agar mereka menyerang mereka, contohnya pemilik perusahaan asing, pejabat asing maupun perorangan khususnya dari negara Amerika, Australia dan Inggris yang tinggal di Indonesia dengan menggunakan bom bunuh dirinya, karena kelompok aliran keras tersebut mempunyai pikiran bahwa mereka adalah penjajah ekonomi di Indonesia dan keuntungannya untuk menyerang umat Islam di seluruh dunia. Mereka tidak akan berhenti membuat teror selama mereka masih menyerang umat Islam.
Tetapi apa yang terjadi, citra umat Islam di Indonesia menjadi terpuruk baik dimata dunia internasional maupun di mata umat Islam di Indonesia itu sendiri, di mata dunia internasional Indonesia masih belum bisa menangani masalah teroris, sehingga mereka ikut campur dalam masalah teroris di Indonesia, Pemerintah pun tidak mau kalah untuk melakukan tindakan keras terhadap pelaku teroris, sehingga membuat aturan baru untuk pencegahan teroris seperti cara-cara pada masa orde baru, akhirnya saling curiga mencurigai antara pemerintah dan umat Islam di Indonesia.
Umat Islam yang ingin membangun citra Islam di Indonesia dengan berdakwah menjadi khawatir dan binggung, karena citra dari orang yang sering ke mesjid, santun, baik dan selalu menjalankan sunnah-sunahnya dicurigai oleh umat Islam sendiri sebagai teroris, sehingga masyarakat khawatir bila anak-anaknya ikut kegiatan keagamaan baik di masjid maupun kegiatan keagamaan di luar masjid dan lama-kelamaan akan menjauhi dari ajaran islam itu sendiri, apa lagi pemberitaan media yang tidak seimbang ikut membentuk citra buruk umat islam, bahkan orang yang beragama lain sudah berani mengatakan bukan orangnya yang salah tapi ajaran yang harus dirubah, inilah tantangan besar bagi umat Islam khususnya di Indonesia, karena ketika jaman Rosulullah SAW, cara memberhentikan dakwah, kaum musyrikin menggunakan harta, tahta dan wanita, tetapi jaman sekarang untuk memberhentikan dakwah, kaum musyrikin memanfaatkan kesalahan-kesalahan dan ketidak sabaran dari saudara-saudara kita dalam beragama.
Mudah-mudahan masalah ini ada jalan keluarnya, karena kita yakin bahwa Allah lah sebaik-baiknya pembalas tipu daya, sehingga umat Islam yang jumlahnya terbesar di dunia ini dapat berbuat lebih baik, sehingga Islam sebagai rahmatan lil alamin dapat direalisasikan, apalagi sistem ekonomi syariah sudah memberikan contoh nyata yang baik bagi perbaikan ekonomi di dunia.
|
thanks,,,,atas infonya...
luar biasa pak tif.. :...
Allahuakbarrr............
maaf kawan. yg anda ka...
terimahasih ya allah a...