Media Gallery

Awan
AwanAwan
newsletter
Daftarkan diri Anda ke Newsletter kami dengan memasukkan email Anda di bawah ini:
bottom

Statistics

Content View Hits : 344122

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Who's Online

We have 8 guests online
Banner
Banner
Ketika Rasulullah SAW Menjadi Mata-Mata Print
Published by Budi   
Tuesday, 20 October 2009 10:56
Menjelang peristiwa perang Badar, Rasulullah SAW dan pasukan melakukan perjalanan menuju Badar. Setelah melalui beberapa bukit, maka tibalah mereka di Badar. Dari sana beliau melakukan kegiatan mata-mata bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat Rasulullah yang dengan setia menemaninya ketika peristiwa hijrah. Tatkala mereka berputar-putar di sekitar pasukan musyrikin Quraisy, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan seorang Arab yang sudah tua.

Pada saat pertemuan yang tidak sengaja itu, Rasulullah SAW melakukan penyamaran agar tidak ketahuan sebagai bagian dari pasukan Muslimin dari Madinah.

Rasulullah bertanya kepada orang tua itu tentang pasukan Quraisy dan Muhammad. Beliau menanyakan kedua pasukan itu agar tidak ketahuan penyamarannya.
“Aku tidak akan memberitahu kepada kalian sebelum kalian memberitahu kepadaku, dari mana asal kalian berdua,” kata orang tua itu.

“Beritahukan kepada kami, nanti akan kami beritahukan kepadamu dari mana asal kami,” Rasulullah menanggapinya.

“Jadi begitukah?” tanya orang tua itu.

“Benar,” jawab Rasulullah.

“Menurut informasi yang kudengar, Muhammad dan rekan-rekannya berangkat pada hari ini dan ini. Jika informasi itu benar, berarti pada hari ini dia sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan Muslimin). Menurut informasi yang kudengar, Quraisy berangkat pada hari ini dan ini. Jika informasi ini benar, berarti mereka sudah tiba di tempat ini (tepat di tempat pemberhentian pasukan musyrikin Quraisy).” Setelah panjang lebar menjelaskan, orang tua itu bertanya, “Lalu dari mana asal kalian berdua?”

Rasulullah menjawab, “Kami berasal dari setetes air.”

Setelah itu Rasulullah dan Abu Bakar beranjak pergi meninggalkan orang tua itu melongo’ keheranan, “Dari setetes air yang mana? Ataukah dari setetes air di Irak?” []

Maraji’: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury (hdn) oleh Tim dakwatuna.com

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Job:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
bowo   |20-11-2010
i pround to be islam!!!!
Beny  - mahasiswa   |20-12-2009

Subhanallah, cerdas banget.........
muhammad haikal  - student   |07-11-2009
nabi Muhammad tu pntr x y,
gw slut ma nabi Muhammad.
fahruri  - mahasiswa   |05-04-2010


Smoga dI tahun" yaNg akan datang.. akan LahIr sEseoraNg yaNg
cErdas'y sepertI
nabI muhammad..
wLwpun dy bukan SeoraNg nabI.... amIen_
Powered by !JoomlaComment

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Iklan Baris


Untuk memesan iklan silahkan ke cs@generasimuslim.com

Latest Comments

Commercial Adsense

Hati-hati dengan setiap iklan di internet, teliti sebelum mengikuti.
Banner